Kegiatan Simulasi Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Sabtu 15 Agustus 2020 hingga Senin 17 Agustus 2020. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong para pelaku wisata dan penggemar pendakian gunung menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).
Protokol kesehatan berbasis CHSE berperan penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru. Dengan meningkatnya kepercayaan wisatawan, maka sektor pariwisata bidang aktivitas minat khusus bisa bangkit kembali.
Di kegiatan sosialisasi ini, Kemenparekraf mengajakn influencer, rumah produksi film/production house, dan media. Ketiga pihak ini punya peranan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.
“KOL (Key Opinion Leaders), media nasional, dan production house berperan dalam memviralkan #HikingPapandayan serta mengedukasi para followers-nya mengenai pelaksanaan CHSE.
Dalam kegiatan ini Kemenparekraf juga memberikan bantuan berupa sepatu pendakian, jas hujan, tas ransel, serta topi rimba kepada 380 anggota Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI). APGI merupakan komunitas pendakian dari perguruan tinggi dan masyarakat sekitar destinasi pendakian gunung di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus memberdayakan pelaku UMKM. Produk dan barang yang disumbangkan tersebut merupakan produk buatan dalam negeri dari berbagai daerah.
Sumber : https://lifestyle.okezone.com/read/2020/08/20/406/2264841/kemenparekraf-dorong-pendaki-gunung-terapkan-protokol-kesehatan-berbasis-chse?page=2

Post a Comment