KEDIRI - Drs Sigit Widiatmoko MPd, Kepala Biro Kemahasiswaan UNP Kediri memberikan penjelasan terkait musibah yang menimpa Mufidhatul Anisa, mahasiswa yang meninggal saat mengikuti arung jeram di Sungai Pait. Seluruh peserta telah diasuransikan dan dilengkapi dengan standar keamanan kegiatan arung jeram.
Kegiatan pelatihan arung jeram merupakam progam tahunan UKM Pala Pelita UNP. Setelah melakukan latihan dasar ada latihan lanjutan selain panjat tebing juga ada rafting arus deras. Terkait dengan pemilihan tempat sebelumnya telah dilakukan survei dahulu.
Dari hasil survei oleh tim, Sungai Pait dinilai bukan termasuk katagori yang ekstrim dan arus tidak terlalu deras.
Pelatihan sendiri dimaksudkan supaya mahasiswa memiliki skil dan terlatih. Karena para mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan banyak yang ikut kegiatan SAR ke sejumlah daerah.
Peserta kegiatan juga punya izin dari orangtuanya. Jika orangtua tidak mengizinkan maka tidak diizinkan ikut serta.
"Untuk syarat administrasi harus lengkap," tandasnya.
Termasuk korban Mufidhatul Anisa telah mendapatkan izin dari pihak orangtuanya. Izin ditandatangani ibunya Ny Siti Rokhanah.
Pihak UNP menanggung biaya pengobatan Khusnul Solikah yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Pare.
Sementara kegiatan pendidikan Pala Pelita UNP meliputi olahraga arus deras, panjat tebing dan lingkungan hidup.
Dari permohonan izin kegiatan olahraga arus deras berlangsung di Sungai Pait Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Sedangkan panjat tebing berlangsung di Tebing Spikul Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Permohonan izin diajukan Ketua Umum UKM Pala Pelita UNP Chandra Widyatama dan Ketua Pelaksana Jumrotun Munawaroh.
Sumber : http://jatim.tribunnews.com/2018/04/16/tiga-mahasiswa-unp-tenggelam-tragis-saat-arung-jeram-begini-penjelasan-tak-terduga-pihak-kampus?page=2.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar

Post a Comment